Ketahui Penyebab Perselingkuhan , Mulai Dari Psikis Hingga Fisik

19 komentar

Penyebab perselingkuhan yang paling sering terjadi adalah perceraian. Dugaan ini pun muncul dalam kasus perceraian Mawar AFI. Banyak yang berasumsi, jika perpisahan kedua sejoli tersebut karena kehadiran orang ketiga dalam rumah tangganya.

Mawar AFI sendiri, adalah seorang finalis jebolan ajang pencarian bakat stasiun televisi swasta. Kini, ia memang tak banyak muncul di layar kaca, tapi masih banyak penggemar yang tetap bertahan dengan perjalanannya.

Oke, untuk mempertegas, kali ini kita tidak akan mencari tahu apakah dugaan perselingkuhan itu benar atau tidak. Namun, kita akan sama-sama cari tahu tentang berbagai hal tentang selingkuh dalam kacamata hukum pidana.

penyebab perselingkuhan

Serba-serbi Perselingkuhan : Penyebab, Jenis Hingga Pasal Perselingkuhan

Tentu kita sama-sama tahu, jika perselingkuhan adalah hal yang sangat tidak diinginkan oleh siapapun. Rasa dikhianati oleh orang yang kita percaya, bukanlah yang mudah untuk dilupakan apalagi dimaafkan.

Beberapa pihak, bahkan terkesan tidak ingin mencari tahu banyak tentang hal ini. Alasannya? Karena tidak sanggung membayangkan jika perselingkuhan itu hadir dalam biduk rumah tangganya. Namun, bukan itu tujuan kita belajar.

Tujuan kita mencari tahu tentang hal yang menyakitkan banyak pihak ini adalah untuk meluaskan logika. Bahwa nyatanya, perselingkuhan itu tidak sesederhana dua lawan jenis saling mengirim pesan berbau romansa saja.

Kita lihat, yuk, apa saja yang terjadi dalam dunia ini. Jangan lupa untuk tarik hembus nafas dalam-dalam ya, hihihi.

Pengertian Perselingkuhan

Dalam hukum pidana sendiri, sebenarnya tidak ada istilah perselingkuhan. Ya, yang ada hanyalah zina. Maka, hal ini akan sesuai dengan penjelasan pada PasaL 284 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Dari pasal di atas, bisa kita tarik kesimpulan jika zina adalah perbuatan persetubuhan antara laki-laki atau wanita dengan wanita atau laki-laki yang bukan pasangan sahnya.

Sedangkan dalam KBBI, pengertian perselingkuhan adalah menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak jujur; tidak terus terang; serong; curang.

Lalu dalam ilmu psikologi, perselingkuhan terjadi karena adanya rasa cinta dan seksual. Kedua hal ini sangat berhubungan erat. Rasa cinta ini adalah perasaan emosional. Yang mana, seseorang berselingkuh bisa jadi tanpa melakukan hubungan seksual.

Ya, menjalin hubungan berdasarkan kedekatan emosi layaknya pasangan pada umumnya.

Setelah mengetahui beberapa pengertian perselingkuhan dari berbagai bidang. Kini coba kita lihat, apa saja yang menjadi penyebab terjadinya perselingkuhan ini.

alasan pasangan berselingkuh

Penyebab Terjadinya Perselingkuhan

Hubungan Seksual dengan Pasangan Kurang Memuaskan

Hubungan seksual merupakan salah satu kunci keharmonisan rumah tangga. Meskipun begitu, ternyata banyak pasangan di luar sana yang mengeluhkan urusan ranjang mereka.

Banyak dari mereka (baik suami atau istri) menyampaikan jika tidak puas dalam urusan seks ini. Entah karena tidak mendapatkan kenyamanan hingga hubungan seksual yang tidak sesuai ekspektasi.

Itulah mengapa, kita perlu sangat terbuka soal kebutuhan biologis yang satu ini. Ada baiknya, memang dibicarakan secara jelas tanpa kata-kata tersirat. Karena tidak menutup kemungkinan, pasangan suami istri ini memiliki keinginan yang berbeda.

Ikatan Emosi yang Tidak Dekat Antar Pasangan

Masih berhubungan dengan penjelasan sebelumnya. Pudarnya kedekatan emosi ini juga bisa disebabkan karena hubungan seksual tidak berjalan dengan baik.

Namun, tentu saja tidak hanya soal seks semata. Media sosial pun mengambil peran dalam penurunan kualitas hubungan emosi antar pasangan.

Terlalu lama dan fokus bermain media sosial, ternyata bisa membuat kita “menjauh” dari pasangan. Dengan demikian, sangat besar kemungkinan kita akan menemukan kenyamanan di tempat lain.

Ingin Mendapatkan Apresiasi Lebih

Tidak jarang, salah satu pasangan merasa kurang mendapatkan penghargaan dari pasangannya.

Banyak pasangan yang mengeluhkan jika tidak pernah mendapatkan apresiasi atau pengakuan dan rasa dihargai dari pasangannya. Hal ini juga berlaku dalam urusan seks dan finansial. Keduanya sama-sama membutuhkan apresiasi.

Muncul Cinta yang Baru

Penyebab perselingkuhan selanjutnya adalah datangnya cinta yang baru. Seperti yang dijelaskan pada poin pertama, bahwa cinta atau emosi ini mempunyai peran terhadap terjadinya perselingkuhan.

Dari semua gabungan kondisi di atas, maka tidak menutup kemungkinan hati juga akan berpindah juga.

Komunikasi yang Buruk

Komunikasi juga hal yang tak kalah penting, bahkan ini adalah kunci utama dalam perjalanan pernikahan. Ketika dua orang asing bersatu, maka sangat penting untuk menyamakan persepsi.

Jika komunikasi tidak berjalan dengan baik, maka juga akan banyak hal yang tidak tersampaikan dengan baik.

Aksi Balas Dendam

Ketika salah satu pasangan melakukan perselingkuhan, juga banyak pasangan lain yang kemudian melakukan hal yang sama. Hal ini dikarenakan rasa sakit hati dan kecewa mengalahkan banyak hal.

Pasal Perselingkuhan, Apa Saja?

Seperti yang tadi kita bahas, bahwa perselingkuhan ini sejatinya tidak disebutkan secara jelas, karena yang ada adalah perbuatan zina.

Namun, pasal perzinahan ini tentu saja bisa digunakan untuk perselingkuhan.

Pasal perselingkuhan dalam hukum pidana ini diatur dalam Pasal 284 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan:

1. a. Seorang pria yang telah kawin yang melakukan mukah (overspel) padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya;

b. Seorang wanita yang telah kawin yang melakukan mukah.

2. a. Seorang pria yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahuinya bahwa yang turut bersalah telah kawin.

b. Seorang wanita yang telah kawin yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahui olehnya bahwa yang turut bersalah telah kawin dan Pasal 27 BW berlaku baginya.

Dari bunyi pasal 284 KUHP tentang perselingkuhan di atas juga menjelaskan bahwa, jika mengacu dalam hukum pidana, maka seseorang bisa dikenakan pasal perselingkuhan atau pasal perzinahan ini, hanya jika terbukti melakukan hubungan badan.

Namun, kondisi ini hanya jika teman-teman ingin mempidanakan orang yang bersangkutan. Perzinahan atau perselingkuhan ini sendiri, termasuk dalam delik aduan. Delik aduan adalah delik yang hanya bisa ditindak lanjuti jika ada pengaduan. Salah satu contoh delik aduan, tentu saja pasal 284 KUHP ini.

akibat perselingkuhan orang tua pada anak

Jenis-jenis Perselingkuhan

Apakah teman-teman tahu, jika perselingkuhan ini tidak hanya soal bersetubuh dengan bukan pasangan sah? Berikut ini, ada beberapa jenis perselingkuhan yang ternyata banyak terjadi di sekitar kita. Atau, jangan-jangan kita sedang melakukannya?

Berselingkuh Secara Fisik

Ini adalah bentuk selingkuh yang paling banyak diketahui dan mudah dibuktikan. Dalam sebuah hubungan pernikahan, setiap pasangan sangat perlu mengetahui batasan mana sentuhan fisik yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap lawan jenis.

Jika pasangan terbukti melakukan hubungan badan dengan orang lain, cobalah untuk mengkonfirmasinya kembali dengan menyertakan segala bukti yang kita miliki.

Selingkuh Emosi

Hal ini biasanya bermula karena kedekatan yang awalnya tanpa tujuan apapun. Namun, seiring berjalannya waktu ternyata hubungan dua orang ini semakin mengarah ke hal-hal privat.

Selingkuh secara emosi ini, kebanyakan tidak disadari oleh para pelakunya. Kenapa? Karena nyatanya banyak yang menganggap gaya komunikasi tersebut (yang tercipta diantara mereka) adalah hal yang sangat wajar. Benar?

Seperti kebanyakan perselingkuhan, hal ini jika kita lanjutkan, maka sangat besar kemungkinan rumah tangga akan terancam perpisahan.

Selingkuh Virtual (Digital)

Hal ini bisa terjadi, tentu saja karena media sosial yang sangat mudah diakses dan digunakan. Bahkan, biasanya hal ini seringkali menjurus pada perbincangan seputar seksual.

Mulai dari sini, biasanya akan menjalar pada bentuk perselingkuhan yang lain.

Selingkuh Dalam Pikiran

Apakah teman-teman menyadari, jika kita memikirkan lawan jenis dengan intensitas yang cukup sering, maka itu termasuk dalam kegiatan perselingkuhan.

Memfantasikan lawan jenis seperti ini, tentu akan mengubah daya konsentrasi kita terhadap pasangan. Maka, ketika pasangan mulai komplain tentang hal ini, ada baiknya kita juga mengevaluasi diri.

Rasanya, tak ada habisnya jika kita membicarakan tentang perselingkuhan ini. Namun yang juga perlu teman-teman ketahui, bahwa pelaku perselingkuhan ini tidak memandang gender. Semua orang memiliki kemungkinan yang sama besarnya.

Apapun bentuk perselingkuhan yang secara sadar dilakukan dan tidak, tentu saja ini adalah hal yang sangat menyakitkan, terlebih bagi pasangan kita.

Kesimpulannya, Apa Penyebab Perselingkuhan?

Coba kita bayangkan, orang yang dengan tulus bersedia hidup bersama lalu dilukai perasaannya, ini adalah hal yang sangat melukainya. Bahkan akan selalu terbawa olehnya selama yang bersangkutan hidup. Benar?

Dengan siapapun orang lain berselingkuh dan segala alasan yang menyertainya, ingatlah bahwa tindakan ini bukanlah hal yang bisa dibenarkan.

Banyak dari pelaku perselingkuhan ini mengaku jika pernikahan mereka dirundung banyak masalah, hingga komunikasi dengan pasangan yang tidak berjalan dengan baik.

Jika memang demikian, bukankah seharusnya duduk bersama pasangan, berbincang dengan suasana yang hangat dan saling terbuka untuk mencari solusi adalah yang harus kita lakukan?

Penyebab perselingkuhan, adalah hal yang sangat subyektif. Setiap orang mempunyai alasan yang ingin dianggap “benar”. Apakah teman-teman akan memaklumi hal tersebut, jika mengetahui penyebab perselingkuhannya?






Fahlevi's
Membahas posisi perempuan dan anak dalam kacamata ilmu hukum.
Lebih baru Terlama

Related Posts

19 komentar

  1. Salah satu yang juga banyak terjebak saat ini adalah dalam perselingkuhan digital karena mudahnya akses jejaring media sosial. Jika dibiarkan, bisa berlanjut ke perselingkuhan level selanjutnya. Naudzubillahh min Dzalik

    BalasHapus
  2. Wow selingkuh virtual ada juga ya.. Banyak cara jika memang sudah sifatnya suka selingkuh untuk tetap berselingkuh. Sayangnya banyak wanita yang bertahan ketika pasangannya berselingkuh, dengan dalih takut anak-anak menjadi korban. Padahal sebenarnya dirinya sudah menjadi korban sebelum anak-anaknya mengalaminya.

    BalasHapus
  3. Sebelum masuk ke ranah pernikahan memang baiknya buat nyari calon yang bener2 ya kak..
    mudah2an ntar jodohku soleh dan gak selingkuh2
    aamiin

    BalasHapus
  4. Duh kalau bahas masalah perselingkuhan ini bikin deg-degan deh.. Semoga Allah selalu melindungi keluargaku dan juga keluarga kita semua y mba

    BalasHapus
  5. Apapun, akhirnya kembali pada ketentuan Allah.

    Harapannya semakin banyak pasangan yang kuat menjaga komitmen. Karena yang namanya cinta, bertahan dengan kuatnya komitmen.

    Yang jomblo, please jangan takut menikah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bundaaaa, kok aku jadi deg2an :D
      Semoga yang jomlo juga didekatkan dgn calon yang komitmennya kuat yaa, Aamiin.

      Hapus
  6. Sebagai antisipasi memang relate banget pesan nyai Aisyah, saling pengertian adalah kunci keharmonisan.
    Semoga keluarga kita selalu dijaga keharmonisannya.

    BalasHapus
  7. Ngeri ya kalau udah ngomongin selingkuh itu. Yang jelas komitmennya nggak dijaga ya kalau sampai tergoda.

    BalasHapus
  8. jadi teringat sama mini series yang dkatanya diangkat dr kisah nyata dan viral kemarin ya, tampaknay alasannya adalah menemukan ciintan baru duh negri juga sih ya, konon katanya kita bakal mengalamipuber kedua bisa jadi penyebabnay juga g ya

    BalasHapus
  9. dulu waktu sempet trend lagu-lagu berbau perselingkuhan macem sephia so7, jadikan aku yang ke dua, salah nya potret (yampun ketauan betapa oldnya saya :D), sempet kepikiran sih, kalo kaya gini, stigma perselingkuhan bisa pudar dan jadi biasa aja gitu selingkuh, bukan sesuatu yang besar, bukan masalah yang pelik, heu...semoga masih tetep ya kita semua berpikir bahwa perselingkuhan itu nukan sesuatu yang baik, supaya orang pun tetep takut terjun ke dalamnya

    BalasHapus
  10. Na'udzubillah jangan sampai deh. Aku dah nonton podcast si M itu. Bener-bener nyesek. Jadi lebih aware lagi deh. Pentingnya tau "dosa" dan komit sama pasangan adalah kunci sih. Semua hal bisa terjadi, tapi perselingkuhan bukan jalan. Semoga kita memetik hikmahnya ya :( selingkuhpun ada macem-macem jenisnya ternyata huhu ngeriii

    BalasHapus
  11. Sebagai keluarga muslim kita perlu paham akan makna sakinah, mawaddah, warahmah dalam pernikahan dan doa doanya. Tidak menikah hanya akrena cinta dan wajah. Karena saat itu terjadi akan ada wajah lain yang jadi pilihan. Namun saat agama yang ada, semua berbeda

    BalasHapus
  12. Semoga keluarga kita dijauhkan dari keadaan ini.. Aamiin.. Kalau bicara perselingkuhan di tv" gitu rasanya gimanaa gitu yaa.. Tp adanya perselingkuhan itu spertinya karna kurang komunikasi jg ya antar pasangan..

    BalasHapus
  13. Spektrum selingkuh itu luas juga ya ternyata, bahkan sampai ada istilah selingkuh dalam pikiran segala. Semoga kita dijauhkan dari fitnah dunia ya..

    BalasHapus
  14. Baca ini pikiran aku jadi terbuka, sih. Ternyata asap enggak akan ada kalau enggak ada api. Jadi belajar juga sebelum menikah untuk membuat diskusi terkait hal-hal yang dapat memicu selingkuh supaya dapat dihindari.

    BalasHapus
  15. Waw selingkuh saja banyak macamnya, berat memang kalau sudah masalah hati mah. Namun sebelum menikah sepertinya memang harus ada perjanjian untuk meminimalisir hal ini.

    BalasHapus
  16. Topik pembahasan yang akan selalu menarik untuk dibahas. Setelah membaca artikel di atas, saya yakin bahwa setia dan selingkuh adalah pilihan, mau memilih menjadi setia atau pun selingkuh, semua kembali pada individunya masing-masing

    BalasHapus
  17. Ternyata perselingkuhan bayak macam ya. Kalau bahas perselingkuhan bawaannya emang bikin emosi, semoga kita semua dijauhkan dari perselingkuhan

    BalasHapus
  18. Banyak sekali aspek perselingkuhan, ya ternyata, dari mulai selingkuh hati, selingkuh virtual sampai selingkuh pikiran. Saat ini memang marak sekali perselingkuhan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter