IndiHome Mudahkan Orang Tua Memberikan Pengasuhan Terbaik Dari Rumah


Menjadi orang tua di jaman digital, bisa dibilang gampang-gampang susah. Pasalnya, kita akan bertemu dengan kondisi, di mana anak-anak memiliki akses informasi yang sangat luas. Ya. Sebab gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari mereka.

Di sinilah kita sebagai orang tua harus pasang badan. Tentu kita tahu, jika internet ini seperti memiliki dua mata pisau. Jika kita tidak memberikan filter yang tegas, maka bisa jadi anak masuk terlalu jauh tanpa kendali dari kita.

Namun, jika kita terlalu mengekangnya pun tidak baik, sebab mereka memang tumbuh dan berkembang di jaman digital. Di mana semua hal menjadi lebih mudah untuk dikerjakan.
mengasuh anak di era digital

Menjadi Orang Tua di Era Digital Adalah Kesempatan Emas

Salah satu keuntungan menjadi orang tua di jaman ini adalah adanya perkembangan digital yang sangat signifikan. Banyak sektor kehidupan yang menggunakan platform digital untuk kemudahan aksesnya.

Dengan demikian, sudah menjadi kewajiban kita untuk bisa bijak memanfaatkannya pada pengasuhan keluarga. Apakah bisa? Tentu saja.

Berangkat dari pengalaman pribadi. Saya cukup aktif sebagai pengguna media sosial. Namun, bukan tanpa tujuan saya menggunakannya. Selain itu kebutuhan pekerjaan, media sosial juga menjadi wadah untuk mencari bahan ajar.

Ya. Kami memutuskan untuk menjadikan rumah sebagai sekolah pertama si kecil. Alasan melakukan hal ini adalah, kami pikir memasukkannya ke PAUD masih bisa kita alihkan dengan mengajarinya di rumah.

Selain itu, saat mengajarinya di rumah, ada banyak value yang bisa kita berikan kepada dia. Yang bisa jadi, hal ini berbeda dengan kurikulum di lembaga pendidikan formal.

Dari media sosial maupun website, saya bisa menemukan banyak bahan untuk diberikan kepada si kecil.

Melek Teknologi, Jalan Ninja Memberikan Pola Asuh yang Ramah Anak

Kami memang belum memberikan izin screen time untuk si kecil. Mengingat usianya baru 2.5 tahun, rasanya screen time bukanlah hal yang penting. Namun demikian, kami tetap bisa mengasuhnya sesuai dengan apa yang diinginkan.

Salah satu cara saya memanfaatkan internet adalah dengan mengikuti berbagai kelas virtual. Banyak sekali kelas virtual yang saya ikuti, mulai dari cara memberikan MPASI hingga bagaimana menerapkan pendidikan montessori di rumah

Kemudahan-kemudahan seperti inilah yang akhirnya membuat saya menyadari satu hal, bahwa menjadi ibu harus peka terhadap perubahan zaman.

Saat ini, kita hidup di tengah gempuran inovasi digital, maka sudah menjadi keharusan untuk mampu beradaptasi dengannya.
manfaat internet untuk pengasuhan

IndiHome Bantu Orang Tua Memberikan Pengasuhan Sesuai Value Keluarga

Saya menggunakan internet setiap hari selama 14 jam non stop. Bisakah dibayangkan, jika dalam satu hari ada dua hingga tiga kelas virtual yang diikuti, berapa kuota yang dihabiskan?

Itulah mengapa, untuk mendukung kegiatan “belajar di rumah”, saya pun membutuhkan dukungan internet yang cepat dan stabil. Karena tidak hanya untuk mencari referensi printable, tapi juga menjadi sesi diskusi para orang tua dewasa.

Salah satu produk yang layak digunakan adalah IndiHome dari Telkom Indonesia. Sebagai internetnya Indonesia, IndiHome memberikan jaminan layanan terbaik melalui teknologi fiber optiknya.

Teknologi ini akan membuat kita merasakan manfaat internet dengan lebih menyenangkan. Selain jaringannya yang luas, harga langganan paket IndiHome ini juga cukup terjangkau.

Karena menghabiskan banyak waktu di rumah, saya tetap bisa membayar tagihan langganan dari ponsel. Yakni menggunakan aplikasi My IndiHome. Aplikasi ini memberikan kemudahan untuk para pengguna, mulai dari memantau besarnya tagihan hingga tiket keluhan.

Menggunakan IndiHome untuk kebutuhan sehari, sama artinya dengan memberikan jaminan informasi dengan teknologi terbaik. Bukan hanya kami sebagai orang tua, tapi si kecil juga turut merasakan kemudahan dan kecanggihannya , melalui semua kegiatan bermainnya.


Fahlevi's
Membahas posisi perempuan dan anak dalam kacamata ilmu hukum.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter