Bukan Malas Ngeblog, Ternyata Ada Alasan Lain Kenapa Jarang Membuat Konten Blog

9 komentar

Kenapa Blogger Jarang Membuat Konten Blog?

Setelah beberapa waktu mencoba jadi blogger, ungkapan "males ngeblog" ternyata keluar juga dari mulut ini (hahaha). Tentu saja ini tidak terjadi begitu saja, ya. Menurutku, salah stau hal yang membuatku (dan mungkin blogger lain) adalah adanya perbedaan pada realita.

Di awal memulai, sudah pasti kita semua memiliki semangat yang menggebu. Mulai dari membuat blog selama sebulan penuh, ganti template SEO Friendly hingga bergabung dengan berbagai komunitas blogger.

Namun lambat laun, ternyata ghiroh itu mulai terkikis juga. Blog yang dulu begitu dibanggakan, kini perlahan mulai ditinggalkan. Dalih yang banyak (kami) sebutkan adalah “sibuk”.



Ya. Sibuk, seolah menjadi kambing hitam atas hampir semua kegiatan kita. Padahal, jika (aku) menengok ke belakang, dulu begitu menggebu saat memulai ngeblog ini. Rasanya ingin sekali menuliskan ini dan itu. Tapi, ya, ternyata hanya hisapan jempol belaka.

Sampai akhirnya, aku pun ikut melabeli diri dengan “males ngeblog” ini. Seiring berjalannya waktu dan proses merenung ini lebih panjang, ada benang merah yang ku dapatkan.
Bukan males ngeblog, ternyata aku kurang istirahat.

Penting Sekali Time Manajemen Untuk Blogger

Benar. Itu adalah kesimpulan yang ku ambil, atas semua perjalananku (dan bukan perjalanan teman-teman blogger yang lain, ya).

Aku baru memulai ngeblog, kalau tidak salah tahun 2020 akhir. Di awal masuk ke dunia blogger, melihat pencapaian blogger-blogger yang lebih dulu “basah”, rasanya ingin sekali seperti mereka.

Bagai kuda yang di lepas dari tambangnya. Melakukan banyak hal, ingin ini dan itu, semua dikerjakan.

Hasilnya memang memuaskan (di awal). Blog punya konten yang sesuai target dan harapan, kualitas blog cukup sehat, ada prestasi dan uang yang di dapat dan tentu saja memiliki relasi dari berbagai kalangan.

Namun nyatanya, hal ini tidak berlangsung lama. Aku pun mengalami kondisi ini, males ngeblog.

Awalnya ku pikir karena aku tidak konsisten dengan dunia yang aku geluti, atau istilahnya “hanya coba-coba”. Nyatanya tidak. Aku bersungguh-sungguh dan serius dengan hal ini. Karena jika tidak, tidak mungkin mengorbankan biaya, waktu dan tenaga untuknya.

Namun tidak demikian. Satu hal yang aku lupakan, yakni membuat manajemen waktu yang baik.

Jujur saja, saat mulai mendapatkan banyak tawaran pekerjaan hingga beberapa prestasi dari blog, rasanya ingin terus berada di garis yang sama. Bahkan jika mungkin, ingin menambah laju kecepatan.

Salah besar! Karena aku tidak memiliki pengaturan waktu yang baik, makanya aku kelelahan hingga merasa jenuh dengan semua rutinitas ngeblog ini.

Maka saat ini, caraku untuk kembali hidup di dunia ini (blogger) adalah dengan mematuhi jadwal yang sudah ku buat -untuk diriku sendiri-

Caraku Menjaga Ritme Ngeblog

Namun memang tidak mudah jika berjuang sendirian, termasuk bertahan di dunia ngeblog ini. Butuh dukungan orang-orang yang sefrekuensi.

Karena merekalah, yang nantinya akan membantu kita bangkit saat terhenti di tengah jalan.

Yang aku lakukan untuk hal ini, antara lain adalah dengan ikut berbagai komunitas blogger. Komunitas ini banyak tersebar di berbagai media sosial, dan aku pilih yang memang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan saja.

Lumayan. Dari komunitas-komunitas ini, paling tidak, dalam sebulan ada konten yang bisa ditulis untuk blog -meskipun itu harus dipaksa-.

Lalu yang kedua adalah dengan mengikuti lomba. Nah, cara ini mungkin tidak berlaku buat teman-teman, ya, hahaha. Namun untukku pribadi, ikut lomba ini cukup menjaga semangatku ngeblog.

Yes. Karena aku sangat menyukai proses membuat sebuah artikel lomba blog. Meskipun tidak selalu menang, tapi aku selalu berusaha memberikan konten yang berkualitas.

Dan yang terakhir adalah memenuhi kebutuhan diri sendiri. Yang aku maksud di sini adalah memberi ruang untuk diri sendiri.

Jika memang lelah, ya istirahat. Tidak selamanya blogger memiliki semangat yang sama setiap waktu selama waktu tak tentu. Benar?

Tidak masalah. Karena sebagai manusia, ada kalanya kita harus sedikit melambat untuk menemukan apa yang sebenarnya kita cari. Termasuk di dunia ngeblog ini.

Coba tanyakan pada diri sendiri, kepuasan apa yang ingin didapatkan dari kegiatan ngeblog ini? Uangkah? Relasi? Jam terbang? Iseng? Atau yang lain? Jika belum menemukan jawabannya, tidak masalah jika memang ingin istirahat.


Nah, rasanya cukup di sini saja tulisan isi hatiku tentang “males ngeblog” yang awalnya ku salah artikan ini. Teman-teman punya pengalaman yang sama? Share dong :D
Fahlevi's
Membahas posisi perempuan dan anak dalam kacamata ilmu hukum.

Related Posts

9 komentar

  1. Kalau pengalamanku tantangan utama dalam menulis blog itu menentukan prioritas. Karena aku sendiri memiliki beberapa tanggung jawab lain yang tak kalah penting, jadi kadang suka keteteran sendiri. Faktor utama aku tetep usahain nulis blog itu untuk melatih nulis sekaligus berbicara sih, mungkin aneh tapi selama ini aku belajar berbicara ya lewat tulisan.

    BalasHapus
  2. Bener sih kak bukan sibuk melainkan malas. Bye the wa sepertinya cara ini bisa dicoba supaya makin rajin ngeblok.

    BalasHapus
  3. Aku saat ini ada di posisi semangat ngeblog sih, walaupun bingung mau nulis apaan pokoknya blog-ku harus banyak tulisan bsrbagai genre baik fiksi maupun non fiksi asalkan getapyada faidah yang dapat diambil. Itu untuk sekarang, enggak tau deh nanti bakal gimana wkwkkw tapi pas baca ini kan Kak Nim bilang harus pintar-pintar mengatur waktu, mungkin ini bisa jadi cada antisipasi untuk menghindari rasa malas ngeblog, xixi. Thank you, Kak!

    BalasHapus
  4. Semacam ada juga yah masa-masa burnout meskipun sudah melakukan hal yang kita passionate. Tapi aku bersyukur Kak Nimas bisa mengidentifikasi dan menerima apa faktor yang membuat Kak Nimas malas ngeblog. Setidaknya kalau sudah tahu akarnya, kini sudah tau juga apa taktik untuk mengatasinya. Keep up Kak!

    BalasHapus
  5. Setuju Kak Nimas, sayapun sama. Punya semangat ngeblog, tapi juga kadang singgah perasaan jenuh dan akhirnya klo SDH begini memilih untuk melipir sejenak untuk tarik nafas luas. Biasanya kalo SDH gini ada timbul semangat lagi.

    BalasHapus
  6. 😭Lagi di posisi ini. Bersyukur bgt baca tulisan kakak, jd bisa lebih ramah sm diri sendiri.
    Rasanya tulisan ini jd pengingat bukn dlm hal menulis, dalam hal lain pun jika kita merasa lelah, ya istirahat. Istirahat bukan berarti berhenti. Spt kata kakak "Adakalanya melambat diperlukan untuk menemukan apa yg kita cari" <3

    BalasHapus
  7. Kalau saya tidak salah ingat, saya pernah mendengar seseorang berkata seperti ini.
    "Kita harus " berhenti" kalau sedang menyenangi sesuatu."

    Maksud berhenti di sini seperti yang kak Nimas tulis. Memberi jeda, saat kita sangat menyenangi sesuatu pun, harus istirahat, kan?

    BalasHapus
  8. saya rasa semua bloger berada di titik ini deh mbak, hanya saja waktunya yg nggak sama. sayapun, pernah membungkam diri untuk bilang " ya sudahlah, semampunya", di sisi lain, hati bergejolak. Ingin bisa "ayo, mulai perbaiki". Bicara pada diri sendiri ini

    BalasHapus
  9. manajemen waktunya masuk bangeet mba, saya juga kadang lelah ngeblog karena sibuk.. alasan kali ya,tapi ga benar benar sibuk sehingga malam sering mengurangi waktu istirahat demi tulisan di blog semoga seaht selalu dan bisa ikut kelas blog ini terus. ini juga untuk menjaga ritme dalam ngeblog ya kak..

    BalasHapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter